Sore waktu itu,
Diikatkan oleh kalikata pemersatu dua otak.
Ringan memang, cukup "saya terima bla bla bla bla". Namun ada nikmat beban seberat dunia atau perumpamaan serupa.
Diikatkan oleh kalikata pemersatu dua otak.
Ringan memang, cukup "saya terima bla bla bla bla". Namun ada nikmat beban seberat dunia atau perumpamaan serupa.
Tak seperti orang-orang lain disana, memilih waktu disore menjalar malam adalah bentuk keharusan. Patuh ing dawuh tiyang sepuh. Taat pada keinginan orang tua yang menuntut agar nait segera dilangsungkan.
Tak ada sebait perlawanan, yang ada rasa syukur karena yang simple juga kesederhanaan lebih sering dipilih oleh keduanya. Ada kesyukuran dan ketenangan disana.
Renyah, diucap gampang. Asli gampang meski ada sedikit gerogi-geroginya.
Adalah pergolakan batin yang sangat luarbiasa itu salah satunya terjadi pada tahap ini. Sebelum satu proses pergolakan batin setelahnya, yakni ketika seorang wanita melahirkan dan si mas-nya menjadi bapak. Ya, ada beraneka perasaan jadi satu. Meskipun tidak gampang, kalau sekedar kalimat ijab qobul itu tak sepanjang bait-bait rayuan. Meskipun tidak mudah, buat menghafal bukanlah hal yang teramat sulit.
Ya, renyah memang rengginang. Ringan memang beratnya kerupuk. Namun isinya teramat berat. Beruntung setelahnya beban kehidupan akan dipikul berdua. Dua pikiran, yang didorong oleh dua keluarga. Dua hati, yang telah ditempa lagi dibangun di medan keluarga yang berbeda.
Betapa indahnya hati yang bahagia, tatkala do'a-do'a mengguyur berirama. Pun ini, do'a supaya diberkahi. Entah berapa mulut juga hati yang dengan sangat tulus mendo'a. Berkah adalah sesuatu yang luarbiasa. Berkah, ringan juga diucap. Tinggi nilai dan maknanya. Bayangkan jika do'a yang tulus itu dikabul. Dua, tiga, sebelas atau semuanya. Mengagumkan, hari yang istimewa itu.
Kalau kamu cari korelasi isi dan judul, bisa jadi tak akan ada kalikata yang pas. Kalimat adalah kumpulan kata-kata. Kalikata, kata yang dikalikan alias banyak kata jadi satu atau kumpulan kata-kata. Bisa jadi sesuatu yang baru, kalikata adalah kalimat. Jangan ditiru orang lemah ini, karena orang hebat saja belum tentu baik. Ada baiknya terus belajar.
Membaca tulisan-tulisan ini, bisa saja sambil lalu. Dibaca pelan pun tak barang tentu dapat kau temui esensinya.
Berlanjut pada konsep sederhana milik sejoli. Hanya ada satu dekor ruang selfi yang muat tak lebih dari hitungan jari. Ini pun baru bisa siap keesokan pagi. Sesore ini cukup hanya cukup menyatukan hati yang dibumbu walimah dan tausiyah. Satu tausyiah oleh ustadz asli kampung santri menjadi barisan konsep bijak ini.
Akhirnya, menjadi satulah tulang yang terpencar. Ada kesyukuran ketika tahu, bahwa imam-imam mereka sepintas tampak akan bisa membing bidadarinya. Ada seipintas pinta bahwa bidadari yang menemu kepala yang lugu juga bisa menemu ilmu bersama sejolinya. Ilmu yang tinggi tentang pahaman agama yang baik. Kamu juga, pasti akan ada teman terbaik yang sudah disiapkan. Be happy, everythings is good.
Do'akan kami bahagia. Penuh berkah. Berkelimpahan. Luas kebermanfaatannya. Menjadi sakinah, mawaddah, warrahmah.
Semoga saya, anda dan kita semuanya menemukan bentuk sempurna keberkahan. Dan memang pasti akan teradi yang telah ditakdirkan. Dan tak akan menimpamu apapun yang tak digariskan. Akhirul kalikata, terus brlajar dan berdoa dan berusaha untuk bisa jadi dan jadi lebih baik.
Ini, teknik penulisan dengan menggabungkan bermacam peristiwa yang terjadi. Yang baru yang telah lalu. Dibumbui dengan do'a yang baik, buat orang+orang terbaik.
Semoga kamu bahagia.
Jadilah apa yang kamu mau, dengan tetap berstandardkan akidah.
Jadilah apa yang kamu mau, dengan tetap berstandardkan akidah.
Selamat menepuh hari baru, karena setiap hari adalah baru dan pasti akan menjadi usang. See you, 