Sabtu, 09 November 2019

KALIKATA : RENYAH KRUPUK BERAT RENGGINANG


Sore waktu itu,
Diikatkan oleh kalikata pemersatu dua otak.
Ringan memang, cukup "saya terima bla bla bla bla". Namun ada nikmat beban seberat dunia atau perumpamaan serupa.
Tak seperti orang-orang lain disana, memilih waktu disore menjalar malam adalah bentuk keharusan. Patuh ing dawuh tiyang sepuh. Taat pada keinginan orang tua yang menuntut agar nait segera dilangsungkan.
Tak ada sebait perlawanan, yang ada rasa syukur karena yang simple juga kesederhanaan lebih sering dipilih oleh keduanya. Ada kesyukuran dan ketenangan disana.
Renyah, diucap gampang. Asli gampang meski ada sedikit gerogi-geroginya.
Adalah pergolakan batin yang sangat luarbiasa itu salah satunya terjadi pada tahap ini. Sebelum satu proses pergolakan batin setelahnya, yakni ketika seorang wanita melahirkan dan si mas-nya menjadi bapak. Ya, ada beraneka perasaan jadi satu. Meskipun tidak gampang, kalau sekedar kalimat ijab qobul itu tak sepanjang bait-bait rayuan. Meskipun tidak mudah, buat menghafal bukanlah hal yang teramat sulit.
Ya, renyah memang rengginang. Ringan memang beratnya kerupuk. Namun isinya teramat berat. Beruntung setelahnya beban kehidupan akan dipikul berdua. Dua pikiran, yang didorong oleh dua keluarga. Dua hati, yang telah ditempa lagi dibangun di medan keluarga yang berbeda.
Betapa indahnya hati yang bahagia, tatkala do'a-do'a mengguyur berirama. Pun ini, do'a supaya diberkahi. Entah berapa mulut juga hati yang dengan sangat tulus mendo'a. Berkah adalah sesuatu yang luarbiasa. Berkah, ringan juga diucap. Tinggi nilai dan maknanya. Bayangkan jika do'a yang tulus itu dikabul. Dua, tiga, sebelas atau semuanya. Mengagumkan, hari yang istimewa itu.
Kalau kamu cari korelasi isi dan judul, bisa jadi tak akan ada kalikata yang pas. Kalimat adalah kumpulan kata-kata. Kalikata, kata yang dikalikan alias banyak kata jadi satu atau kumpulan kata-kata. Bisa jadi sesuatu yang baru, kalikata adalah kalimat. Jangan ditiru orang lemah ini, karena orang hebat saja belum tentu baik. Ada baiknya terus belajar.
Membaca tulisan-tulisan ini, bisa saja sambil lalu. Dibaca pelan pun tak barang tentu dapat kau temui esensinya.
Berlanjut pada konsep sederhana milik sejoli. Hanya ada satu dekor ruang selfi yang muat tak lebih dari hitungan jari. Ini pun baru bisa siap keesokan pagi. Sesore ini cukup hanya cukup menyatukan hati yang dibumbu walimah dan tausiyah. Satu tausyiah oleh ustadz asli kampung santri menjadi barisan konsep bijak ini.
Akhirnya, menjadi satulah tulang yang terpencar. Ada kesyukuran ketika tahu, bahwa imam-imam mereka sepintas tampak akan bisa membing bidadarinya. Ada seipintas pinta bahwa bidadari yang menemu kepala yang lugu juga bisa menemu ilmu bersama sejolinya. Ilmu yang tinggi tentang pahaman agama yang baik. Kamu juga, pasti akan ada teman terbaik yang sudah disiapkan. Be happy, everythings is good.
Do'akan kami bahagia. Penuh berkah. Berkelimpahan. Luas kebermanfaatannya. Menjadi sakinah, mawaddah, warrahmah.
Semoga saya, anda dan kita semuanya menemukan bentuk sempurna keberkahan. Dan memang pasti akan teradi yang telah ditakdirkan. Dan tak akan menimpamu apapun yang tak digariskan. Akhirul kalikata, terus brlajar dan berdoa dan berusaha untuk bisa jadi dan jadi lebih baik.
Ini, teknik penulisan dengan menggabungkan bermacam peristiwa yang terjadi. Yang baru yang telah lalu. Dibumbui dengan do'a yang baik, buat orang+orang terbaik.
Semoga kamu bahagia.
Jadilah apa yang kamu mau, dengan tetap berstandardkan akidah.
Selamat menepuh hari baru, karena setiap hari adalah baru dan pasti akan menjadi usang. See you, 

Minggu, 22 Januari 2012

Bakal karya, "sekedar latihan posting"


Catatan pagie




**
Pada pagi yang Sejuk aku Mengadu, tentang semua yang ada. Tentang yang mambuat aku Bahagia  juga tersiksa. Entah dari mana ceritanya, perasaan itu datang begitu saja. Mungkin yang maha cinta yang mengirimnya untukku agar bahagia selalu menyertaiku. Tapi atau barangkali hatiku yang dengan sengaja mambuat semua ini? Ah… bedebah dengan semua itu. Yang jelas aku benar – benar telah jatuh hati padanya.
Mencintaimu sungguh berat kurasakan. Menyakitkan jiwaku, mengacaukan akalku, berat, berat, sungguh berat. Dan hal paling menyakitkan saat mencintaimu adalah saat melihatmu mencintai orang lain. Walaupun hati ini tersenyum saat melihatmu bahagia.
‘****
Aku kembali bermimpi. Seperti biasa aku tak sanggup mengingat satu per satu dari apa saja yang ada dimimpiku tadi. Namun sate yang jelas – jelas kuingat adalah kata – katamu dalam mimpiku. Dalam mimpiku kau mengatakan, “cinta itu tak bisa menunggu, kejarlah”. Aku benar – benar tak paham dengan semua ini. Apa aku terlalu mencintaimu sehingga kau terbawa kedalam lenaku. Namun apa ini artinya aku harus mengatakan cinta ini. Tapi bagaiman caranya? Aku sama sekali belum pernah mengungkapkan perasaan cinta pada siapapun. Apa aku harus belajar pada anjing yang selalu berani menggonggongkan isi hatinya? Atau haruskah kutemui seorang pelukis agar ku bisa belajar melukiskan perasaan cinta ini? Ah… aku terlalu pengecut untuk semua ini. Mungkin tuhan memang menakdirkan aku sebagai pecundang. Pecundang yang selalu kalah, tak pernah bisa mengenal arti perjuangan.
Cinta. Teman – teman bilang, cinta itu membingungkan. Kadang bisa mambuat senang bukan kepalang. Tapi katanya jug bisa bikin nangis tujuh hari tujuh malam. Lalu bagaimana denganku? Aku baru saja mengenal apa itu cinta. Meskipun baru sebatas mencintai, karena aku belum mengatakannya. Dan kalau dicintai, aku tak tahu ada atau tidak ya orang yang mau mencintai aku? Lalu Apa aku harus percaya pada semus yang dikatakan teman – temanku?
Pertanyaan – pertanyaan yang semu aku gantung di langit – langit rumahku. Aku tata rapi. Meski tak serapi buku – buku dikamarku. Dari pertanyaan yang dimulai dari kata apa, sampai pertanyaan yang dimulai dari kata dimana. Kata dan tanda Tanya yang penuh harapan bisa menemukan jawaban. Jawaban akan kerisauan, kegalauan, keresahan, dan semua hal tentang permasalahan hidup. Jawaban – jawaban yang ku harap bisa mendatangkan kepastian tentang langkah lebih lanjut yang harus aku ambil.
‘******
Separati  biasa aku kembali tergesa – gesa. Rasanya sudah tak mungkin lagi mengejar langkah waktu yang berlari. Namun dengan sedikit harapan aku mencoba membujuk waktu untuk menunggu. Namun saying detik tetaplah detik, yang selalu bergerak sama.

‘*******
Kawan, apa kau tahu? Kalau yang namanya waktu itu tak akan gagal dalam barputar. Ia selalu konsisten. Selalu bergerak maju. Ia tak pernah bergerak mundur. Jadi cobalah pikir. Andai saja kita berhenti sejenak saja. Kita akan tertinggal jauh. Bahkan sangat jauh. Apa kau tak menyadarinya. Betapa bodohnya kita yang sering menyia – nyiakan waktu begitu saja.
Penyesalan. Ya…. Hanya penyesalan yang akan kau dapatkan tat kala kau mengabaikan waktu yang lewat dengan kesia- siaan.
Aku tak mau seperti itu. Aku mau menggunakan waktu dengan sebaik – baiknya. Amien….
‘ ******
Aku terbungkam dengan nada kepalsuan yang kau berikan. Aku take sanggup menolak perasaan yang kau siratkan itu. “auk cinta kamu” setidaknya itulah kalimat yang selalu terngiang dibenakku. Adakah kau mengerti perasaan ini? Akankah kau mau mendengar bila kukatakan aku saying padamu? Atau setidakknya tersenyum agar aku bahagia? Ah, auk take mau terlalu terlambung dalam anganku. Sungguh hujan gerimis sore ini mamuat aku rindu kamu.

‘********